Tuesday, October 29, 2024

MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN IPS

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Model Pembelajaran IPS”.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan dan saran dari segala pihak, untuk itu dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada para pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

 


Kutacane,
29 October 2024

Pemakalah,

 


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

A.   Latar Belakang Masalah. 1

B.    Rumusan Masalah. 1

C.    Tujuan Penulisan. 1

BAB II PEMBAHASAN.. 2

A.   Pengertian Model Pembelajaran IPS. 2

B.    Unsur-unsur Model Pembelajaran IPS. 3

1.     Model Pencapaian Konsep. 3

2.     Model berpikir Induktif (Induktive Thinking) 3

3.     Model Memorisasi (Memorization) 4

4.     Model Inkuiri Sosial 5

BAB III PENUTUP. 6

A.   Kesimpulan. 6

B.    Saran. 6

DAFTAR PUSTAKA.. 8

  


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan IPS sudah lama dikembangkan dan dilaksanakan dalam kurikulum-kurikulum di Indonesia. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran yang berusaha membekali wawasan dan keterampilan peserta didik sekolah untuk mampu beradaptasi dan bermasyarakat serta menyesuaikan dengan perkembangan dalam era globalisasi. Melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, peserta didik diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia yang baik dan warga dunia yang efektif.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu dikembangkan model pembelajaran yang kondusif dan menggairahkan peserta didik agar bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah. Salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai guru adalah keterampilan mengembangkan model pembelajaran, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan model pembelajaran di kelas yang dapat memotivasi dan menggairahkan belajar peserta didik.

Dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi; (2) pengetahuan pedagogic (pedagogical knowlegde) yang bisa  dilihat dalam Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru; dan (3) Keterampilan mengajar (teaching skills).

B.     Rumusan Masalah

              1.      Apa itu pembelajaran IPS?

             2.      Bagaimana Model Pembelajaran IPS ?

C.    Tujuan Penulisan

             1.      Agar mengetahui Apa itu pembelajaran IPS.

             2.      Agar mengetahui Model Pembelajaran IPS.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Model Pembelajaran IPS

Model dapat diartikan sebagai suatu konsep atau objek yang dapat digunakan untuk mempresentasikan suatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yaang lebih komprehensif.   Jadi, model merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan.

Menurut Adi dalam bukunya yang berjudul Strategi Pembelajaran, model pembelajaran ialah suatu kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran IPS, model merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi perilaku peserta didik menuju perubahan yang lebih baik. Pengembangan berbagai ragam model pembelajaran IPS, dimaksudkan untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuannya untuk lebih mengenal peserta didik dan menciptakan lingkungan yang lebih bervariasi bagi kepentingan belajar. peserta didik.[1]

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran IPS adalah suatu cara atau pedoman bagi seorang guru ataupun perangcang pembelajaran untuk dapat merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran serta sebagai upaya untuk mempengaruhi perilaku peserta didiknya menuju perubahan yang lebih baik. Dimana dengan menggunakan model pembelajaran dapat membantu seorang guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengenal peserta didiknya dan menciptakan lingkungan belajar yang bervariasi bagi peserta didik.

B.     Unsur-unsur Model Pembelajaran IPS

Model-model pembelajaran IPS yaitu sebagai berikut:

         1. Model Pencapaian Konsep

Model pencapaian konsep ini dikembangkan oleh Jerome S.Bruner, Jacqueline Goodrow dan George Agustin berdasarka hasil studinya mengenai berpikir manusia. Model ini sengaja dirancang untuk memantu peserta didik dalam mempelajari konsep-konsep yang dapat dipakai untuk mengorganisasikan nya sehingga dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mempelajari konsep tersebut secara efisien.

  2. Model berpikir Induktif (Induktive Thinking)

Model berpikir induktif merupakan model pembelajaran yang bertujuan untuk mendorong peserta didik dalam menemukan dan mengorganisasikan informasi sehingga peserta didik dapat aktif dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sehingga hasil belajar yang di peroleh peserta didik akan meningkat dan bertahan lama. Sedangkan peran guru dalam model pembelajaran berpikir induktif adalah mengawasi proses siswa dalam mencari informasi/ konsep, membimbing siswa melalui pertanyaa-pertanyaan yang relevan dan membuat perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan tugas kognitif dan psikomotorik dalam pembelajaran dengan tepat.[2]

3.   Model Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok (PIK) untuk meningkatkan kecakapan sosial berlandaskan teori sosiokultural Vygotsky tentang pembelajaran sosial, Zone of Proximal Development (ZPD) dan Scaffollding. Teori ini memandang bahwa setiap individu dapat mencapai kemampuan potensialnya setelah mendapat bantuan dengan individu lain melalui proses pembelajaran yang interaktif dalam konteks sosial.

      4. Model Memorisasi (Memorization)

Model ini dikembangkan oleh Pressley dan Levin. Memorisasi adalah model yang digunakan untuk menghafalkan sesuatu informasi. Guru dapat menggunakan model memorisasi untuk membimbing penyampaian materi yang bertujuan agar para siswa dapat dengan mudah menangkap dan mengingat informasi baru, karena model memorisasi ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan siswa menyerap dan mengintegrasikan informasi sehingga siswa-siswa dapat mengingat informasi yang telah diterima dan dapat diingat kembali pada saat diperlukan.[3]

5.   Model Bermain Peran (Role Playing)

Model pembelajaran bermain peran (role playing) merupakan salah satu model pembelajaran sosial, yaitu suatu model pembelajaran dengan menugaskan siswa untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk  cerita sederhana. Model pembelajaran bermain peran (role playing) dipelopori oleh George Shaftel dengan asumsi bahwa bermain peran dapat mendorong siswa dalam mengekspresikan perasaan serta mengarahkan pada kesadaran melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis pada situasi permasalahan kehidupan nyata.

6.   Model Penelaahan Yurisprudensi

Menurut Hamzah B. Uno mengemukakan bahwa “Model pembelajaran telaah yurisprudensi dapat melatih peserta didik untuk peka terhadap permasalahan sosial, mengambil posisi (sikap) terhadap permasalahan tersebut, serta mempertahankan sikap tersebut dengan argumentasi yang relevan dan valid”.  Mereka dituntut merumuskan tentang isu tersebut sebagai pertanyaan kebijakan masyarakat dan menganalisis posisial ternatif.

      7. Model Inkuiri Sosial

Sanjaya menyatakan bahwa, dalam pendekatan inkuiri pembelajaran menjadi lebih berpusat pada anak, proses belajar melalui inkuiri dapat membentuk dan mengembangkan konsep diri pada diri siswa, tingkat pengharapan bertambah, pendekatan inkuiri dapat mengembangkan bakat, pendekatan inkuiri dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar dengan menghafal, dan pendekatan inkuiri memberikan waktu pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.[4]


 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Model pembelajaran diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam pengorganisasian pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman untuk para perancang pembelajaran dan para pendidik dalam merencanakan atau melaksanakan aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran IPS adalah model pembelajaran yang berlandaskan pendekatan paradigma konstruktivisme yaitu pembelajaran yang berdasarkan pada partisipasi aktif peserta didik dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis.

Model-model pembelajaran IPS berlandaskan paradigm konstruktivisme diantaranya yaitu:

1.         Model pencapaian konsep.

2.         Model berfikir induktif (Induktive Thinking).

3.         Model investigasi kelompok (Group Investigation).

4.         Model Memorisasi (Memorization).

5.         Model bermain peran (Role Playing).

6.         Model penelaah yurisprudensi, dan

7.         Model inkuiri sosial.

 

B.     Saran

Sebagai calon tenaga pendidik terutama bagi guru pemula maka akan dibuat bingung mengenai strategi dan model pembelajaran efektif untuk dipakai peserta didik. Maka dari itu tugas seorang guru harus mempunyai keterampilan dalam memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. sehingga proses belajar mengajar akan lebih menarik dan siswa belajar akan lebih antusias, tidak merasa bosan dan mampu mengubah persepsi siswa terhadap mata pelajaran IPS akan lebih positif dan akan lebih menyenangkan karena minat merupakan modal utama untuk keberhasilan pembelajaran IPS.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal 159.

Eka Yusnaldi, Potret Baru Pembelajaran IPS, (Medan : Perdana Publishing, 2019), hal. 96.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), hal. 210.

Winahyu A Wicaksono, Penerapan Model Berpikir Induktif dengan Media Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas III Negeri 04 Ngringo, Jurnal kalam Pendidikan PGSD Kebumen, Volume 4, No. 5.1, hal.194-195.

 

 



[1] Eka Yusnaldi, Potret Baru Pembelajaran IPS, (Medan : Perdana Publishing, 2019), hal. 96.

[2] Winahyu A Wicaksono, Penerapan Model Berpikir Induktif dengan Media Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas III Negeri 04 Ngringo, Jurnal kalam Pendidikan PGSD Kebumen, Volume 4, No. 5.1, hal.194-195.

[3] Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal 159.

[4] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), hal. 210.

 

No comments:

Post a Comment