Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul “Model Pembelajaran IPS”.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah
ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan dan saran dari segala pihak, untuk itu
dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya
kepada para pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis berharap, semoga makalah ini bermanfaat
bagi para pembaca.
Kutacane, 29
October 2024
Pemakalah,
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran IPS
B. Unsur-unsur Model Pembelajaran IPS
2. Model berpikir Induktif
(Induktive Thinking)
3. Model Memorisasi (Memorization)
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pendidikan IPS sudah lama dikembangkan dan dilaksanakan dalam
kurikulum-kurikulum di Indonesia. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
adalah salah satu mata pelajaran yang berusaha membekali wawasan dan
keterampilan peserta didik sekolah untuk mampu beradaptasi dan bermasyarakat
serta menyesuaikan dengan perkembangan dalam era globalisasi. Melalui mata
pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, peserta didik diarahkan, dibimbing, dan
dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia yang baik dan warga dunia yang
efektif.
Untuk
mewujudkan tujuan tersebut perlu dikembangkan model pembelajaran yang kondusif
dan menggairahkan peserta didik agar bersemangat dalam mengikuti proses
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah. Salah satu kemampuan dasar
yang harus dikuasai guru adalah keterampilan mengembangkan model pembelajaran,
yaitu keterampilan yang berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan model
pembelajaran di kelas yang dapat memotivasi dan menggairahkan belajar peserta
didik.
Dalam
Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi; (2) pengetahuan pedagogic (pedagogical
knowlegde) yang bisa dilihat dalam
Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru; dan (3) Keterampilan mengajar (teaching skills).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu pembelajaran IPS?
2.
Bagaimana Model Pembelajaran IPS ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Agar mengetahui Apa itu pembelajaran IPS.
2.
Agar mengetahui Model Pembelajaran IPS.
BAB II
A.
Pengertian Model Pembelajaran IPS
Model dapat diartikan sebagai suatu
konsep atau objek yang dapat digunakan untuk mempresentasikan suatu hal.
Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yaang lebih
komprehensif. Jadi, model merupakan
kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu
kegiatan.
Menurut Adi dalam bukunya yang
berjudul Strategi Pembelajaran, model pembelajaran ialah suatu kerangka
konseptual yang menggambarkan prosedur dalam mengorganisasikan pengalaman
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran berfungsi
sebagai pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan
pembelajaran.
Dalam kaitannya dengan pembelajaran IPS, model merupakan suatu upaya untuk
mempengaruhi perilaku peserta didik menuju perubahan yang lebih baik.
Pengembangan berbagai ragam model pembelajaran IPS, dimaksudkan untuk membantu
guru dalam meningkatkan kemampuannya untuk lebih mengenal peserta didik dan
menciptakan lingkungan yang lebih bervariasi bagi kepentingan belajar. peserta
didik.[1]
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran IPS adalah suatu
cara atau pedoman bagi seorang guru ataupun perangcang pembelajaran untuk dapat
merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran serta sebagai upaya untuk
mempengaruhi perilaku peserta didiknya menuju perubahan yang lebih baik. Dimana
dengan menggunakan model pembelajaran dapat membantu seorang guru untuk meningkatkan
kemampuannya dalam mengenal peserta didiknya dan menciptakan lingkungan belajar
yang bervariasi bagi peserta didik.
B.
Unsur-unsur Model Pembelajaran IPS
Model-model pembelajaran IPS yaitu sebagai berikut:
Model pencapaian konsep ini dikembangkan oleh Jerome
S.Bruner, Jacqueline Goodrow dan George Agustin berdasarka hasil studinya
mengenai berpikir manusia. Model ini sengaja dirancang untuk memantu peserta
didik dalam mempelajari konsep-konsep yang dapat dipakai untuk mengorganisasikan
nya sehingga dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mempelajari
konsep tersebut secara efisien.
2. Model berpikir
Induktif (Induktive Thinking)
Model berpikir induktif merupakan model pembelajaran yang
bertujuan untuk mendorong peserta didik dalam menemukan dan mengorganisasikan
informasi sehingga peserta didik dapat aktif dan memperoleh pengalaman belajar
yang bermakna sehingga hasil belajar yang di peroleh peserta didik akan
meningkat dan bertahan lama. Sedangkan peran guru dalam model pembelajaran
berpikir induktif adalah mengawasi proses siswa dalam mencari informasi/
konsep, membimbing siswa melalui pertanyaa-pertanyaan yang relevan dan membuat
perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan tugas kognitif dan
psikomotorik dalam pembelajaran dengan tepat.[2]
3. Model Investigasi Kelompok (Group
Investigation)
Metode Pembelajaran Investigasi Kelompok (PIK) untuk
meningkatkan kecakapan sosial berlandaskan teori sosiokultural Vygotsky tentang
pembelajaran sosial, Zone of Proximal Development (ZPD) dan Scaffollding. Teori
ini memandang bahwa setiap individu dapat mencapai kemampuan potensialnya
setelah mendapat bantuan dengan individu lain melalui proses pembelajaran yang
interaktif dalam konteks sosial.
4. Model Memorisasi (Memorization)
Model ini dikembangkan oleh Pressley dan Levin.
Memorisasi adalah model yang digunakan untuk menghafalkan sesuatu informasi.
Guru dapat menggunakan model memorisasi untuk membimbing penyampaian materi
yang bertujuan agar para siswa dapat dengan mudah menangkap dan mengingat
informasi baru, karena model memorisasi ini diarahkan untuk mengembangkan
kemampuan siswa menyerap dan mengintegrasikan informasi sehingga siswa-siswa
dapat mengingat informasi yang telah diterima dan dapat diingat kembali pada
saat diperlukan.[3]
5. Model Bermain Peran (Role
Playing)
Model pembelajaran bermain peran (role playing)
merupakan salah satu model pembelajaran sosial, yaitu suatu model pembelajaran
dengan menugaskan siswa untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi atau
peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk
cerita sederhana. Model pembelajaran bermain peran (role playing)
dipelopori oleh George Shaftel dengan asumsi bahwa bermain peran dapat
mendorong siswa dalam mengekspresikan perasaan serta mengarahkan pada kesadaran
melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis pada situasi permasalahan
kehidupan nyata.
6. Model Penelaahan Yurisprudensi
Menurut Hamzah B. Uno mengemukakan bahwa “Model
pembelajaran telaah yurisprudensi dapat melatih peserta didik untuk peka
terhadap permasalahan sosial, mengambil posisi (sikap) terhadap permasalahan
tersebut, serta mempertahankan sikap tersebut dengan argumentasi yang relevan
dan valid”. Mereka dituntut merumuskan
tentang isu tersebut sebagai pertanyaan kebijakan masyarakat dan menganalisis
posisial ternatif.
7. Model Inkuiri Sosial
Sanjaya menyatakan bahwa, dalam pendekatan inkuiri
pembelajaran menjadi lebih berpusat pada anak, proses belajar melalui inkuiri
dapat membentuk dan mengembangkan konsep diri pada diri siswa, tingkat
pengharapan bertambah, pendekatan inkuiri dapat mengembangkan bakat, pendekatan
inkuiri dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar dengan menghafal, dan
pendekatan inkuiri memberikan waktu pada siswa untuk mengasimilasi dan
mengakomodasi informasi.[4]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Model pembelajaran diartikan sebagai kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam pengorganisasian
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model pembelajaran
berfungsi sebagai pedoman untuk para perancang pembelajaran dan para pendidik
dalam merencanakan atau melaksanakan aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran
yang sesuai dengan model pembelajaran IPS adalah model pembelajaran yang
berlandaskan pendekatan paradigma konstruktivisme yaitu pembelajaran yang
berdasarkan pada partisipasi aktif peserta didik dalam memecahkan masalah dan
berpikir kritis.
Model-model pembelajaran IPS berlandaskan
paradigm konstruktivisme diantaranya yaitu:
1.
Model
pencapaian konsep.
2.
Model
berfikir induktif (Induktive Thinking).
3.
Model
investigasi kelompok (Group Investigation).
4.
Model
Memorisasi (Memorization).
5.
Model
bermain peran (Role Playing).
6.
Model
penelaah yurisprudensi, dan
7.
Model
inkuiri sosial.
B.
Saran
Sebagai calon tenaga pendidik terutama bagi
guru pemula maka akan dibuat bingung mengenai strategi dan model pembelajaran
efektif untuk dipakai peserta didik. Maka dari itu tugas seorang guru harus
mempunyai keterampilan dalam memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta
didik. sehingga proses belajar mengajar akan lebih menarik dan siswa belajar
akan lebih antusias, tidak merasa bosan dan mampu mengubah persepsi siswa
terhadap mata pelajaran IPS akan lebih positif dan akan lebih menyenangkan
karena minat merupakan modal utama untuk keberhasilan pembelajaran IPS.
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal
159.
Eka
Yusnaldi, Potret Baru Pembelajaran IPS, (Medan : Perdana Publishing, 2019),
hal. 96.
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, Berorientasi Standar Proses
Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), hal. 210.
Winahyu A Wicaksono, Penerapan Model Berpikir Induktif dengan Media
Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas III Negeri 04
Ngringo, Jurnal kalam Pendidikan PGSD Kebumen, Volume 4, No. 5.1, hal.194-195.
[1] Eka Yusnaldi, Potret Baru Pembelajaran IPS, (Medan : Perdana Publishing, 2019), hal. 96.
[2] Winahyu A Wicaksono, Penerapan
Model Berpikir Induktif dengan Media Grafis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
IPS pada Siswa Kelas III Negeri 04 Ngringo, Jurnal kalam Pendidikan PGSD
Kebumen, Volume 4, No. 5.1, hal.194-195.
[3] Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta, 2009), hal
159.
[4] Wina Sanjaya, Strategi
Pembelajaran, Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2006), hal. 210.
No comments:
Post a Comment